Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2012

Cara mendeteksi dan mencegah kanker serviks

kanker serviks
Foto : lienaaifen.com


Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina). Kanker ini merupakan kanker yang paling berbahaya dan menakutkan. Wanita sangat rentan dengan penyakit tersebut.

Menurut seorang ahli onkologi, Dr. Toto Imam, Sp.OG (K) Onk, dalam acara Talkshow Kesehatan dan Kecantikan bersama Dewi Sri Spa dan Rudy Hadisuwarno Cosmetic, yang diselenggarakan oleh Wanita TNI, "kanker serviks terjadi karena kuman. Hal ini juga terkait kuat dengan Human Papilloma Virus (HPV)."

"Gejalanya seperti keputihan atau cairan encer berbau, perdarahan di luar siklus haid, perdarahah sesudah menopause dan nyeri di daerah panggul,'' tutur Dr. Toto di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Faktor risiko penyebab kanker serviks ini yaitu:

  1. Menikah atau melakukan hubungan seksual padz usia muda (< 16 tahun)
  2. Sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual
  3. Tidak merawat kebersihan alat kelamin
  4. Riwayat infeksi berulang di daerah kelamin atau radang panggul
  5. Wanita yang sering melahirkan
  6. Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok


Untuk melakukan deteksi dini kanker serviks yaitu dengan melakukan papsmear. Papsmear ini merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan menggunakan alat yang dinamakan speculum. Hal ini dilakukan oleh ahli kandungan ataupun bidan. Fungsi pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker serviks tersebut.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali saat sedang haid. Papsmear juga sebaiknya dilakukan setiap 1 tahun sekali oleh setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.

Jika hasil pemeriksaan papsmear positif, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan secara lebih lanjut. Papsmear dianjurkan dilakukan secara rutin agar Kanker Leher Rahim lebih cepat ditemukan dan lebih besar kemungkinan sembuh.

Untuk pencegahan kanker serviks ini dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi setiap satu tahun sekali. Bisa juga dengan cara menganjurkan suami untuk menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual

(walipop.detik.com)

Senin, 16 Januari 2012

Obesitas, Alkohol, dan Sinar X Picu Risiko Terkena Kanker Payudara

Obesitas, Alkohol, dan Sinar X Picu Risiko Terkena Kanker Payudara


foto by themedica.com


Laporan "Kanker Payudara dan Lingkungan: Pedoman Hidup," menurut para penulisnya, mengakui lingkungan yang mereka maksud lebih sempit dibandingkan dengan yang mungkin dikira orang. Untuk risiko kanker, umumnya bukan polutan di udara dan air yang harus dikhawatirkan perempuan. Dr. Kathy Helzelsouer, salah seorang penulis laporan yang diterbitkan Institute of Medicine di Washington itu mengatakan, "Kita umumnya mungkin tidak menyangka bahwa faktor lingkungan justru memicu kanker. Apa yang kita makan, berapa kenaikan berat badan kita akibat makan, olahraga, menghindari radiasi, hal-hal yang telah lama kita ketahui menyumbang bagi risiko kanker payudara."

Menurut Dr. Kathy yang bekerja pada Mercy Medical Center, berat badan dan obesitas menentukan karena sel-sel lemak memproduksi estrogen dan hormon itu memicu pertumbuhan sebagian besar kanker payudara. Para penulis laporan mendesak diambilnya langkah- langkah baru guna melindungi perempuan dari salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang perempuan.

"Ada desakan agar segera bertindak, melakukan hal-hal yang kita yakin akan membantu. Salah satunya adalah memperkecil paparan radiasi, terutama pada masa remaja dan ketika payudara sedang tumbuh," ujar Dr. Helzelsouer lebih lanjut.

Namun, ada sebagian pihak yang mengecam. Mereka menyatakan, laporan itu tidak menekankan banyaknya bahan kimia industri dan pencemar lingkungan yang menyebabkan kanker itu, yang menurut mereka bisa menimbulkan risiko kanker payudara lebih besar bagi perempuan dibandingkan faktor-faktor gaya hidup mereka.

Laura Anderko, ilmuwan kesehatan masyarakat di Georgetown University Medical Center di Washington, mengatakan, "Laporan ini tidak disertai ajakan untuk bertindak. Tidak ada yang baru." Menurutnya, definisi sempit laporan itu terkait dengan istilah lingkungan yang menyesatkan. "Untuk menunjukkan bahwa obesitas dan minuman beralkohol merupakan faktor-faktor risiko lingkungan, menurut saya, benar-benar menyesatkan atau membingungkan orang dan menimbulkan kesan bahwa adalah menjadi tanggungjawab individu mengapa orang terkena kanker. Bagi orang atau anggota keluarga yang terkena kanker payudara, itu menimbulkan frustasi dan membingungkan, serta menyebabkan rasa putus asa," paparnya. Anderko berharap laporan itu lebih kuat dan provokatif, dan mendorong peran pemerintah dan industri dalam mengurangi risiko kanker payudara pada perempuan.

Tetapi, Dr. Helzelsour mempertahankan kesimpulan laporan itu. "Saya sudah mengajar epidemiologi kanker dan penelitian kanker selama bertahun-tahun. Menurut saya, salah satu faktor risiko dan salah satu paparan lingkungan yang penting adalah pola makan kita," ujarnya.

Para pengecam tidak mendesakkan standar yang lebih ketat guna menguji-coba bahan kimia baru dan mengendalikan polusi lingkungan yang bisa menimbulkan risiko signifikan kanker payudara

(voa.com)

Kamis, 17 November 2011

Makanan berserat kurangi resiko kanker usus

Makanan berserat kurangi resiko kanker usus

kanker
foto from google



Mengonsumsi roti gandum atau mungkin sereal gandum tiga kali sehari ternyata mampu mengurangi resiko penyakit kanker usus hingga 20 persen. Para peneliti, termasuk para pakar dari Imperial College London dan University of Leeds, menguji hasil dari penelitian sebelumnya yang melibatkan sedikitnya dua juta orang.

Dari penelitian itu, mereka menemukan hubungan antara konsumsi dari sereal gandum dengan perlindungan melawan kanker usus. Dari setiap konsumsi dari 10 gram per hari, ada pengurangan resiko dari kanker unsus hingga 10 persen. Sejak tahun 1960an, serat dan fungsi usus dikenal membantu melindungi orang dari penyakit kanker usus seperti dikutip dari medicmagic.

Hasil dari temuan terbaru itu, yang telah dipublikasikan dalan British Medical journal didasarkan pada analisis dari 25 penelitian. Hasil itu menunjukkan bahwa tambahan dari tiga penyajian makanan gandum setiap hari akan mengurangi resiko terkena kanker usus hingga 20 persen.

Professor Anne Tjonneland dari masyarakat kanker Denmark mengatakan hasil dari analisis ini menambahkan bukti mengenai dampak positif dari gandum pada kesehatan. Sementara seorang dokter epidemiogical Dagfinn Aune dari imperial College London mengatakan ada pengurangan resiko yang signifikan terkait dengan konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.

Para peneliti mengatakan ada penjelasan yang masuk akal atas manfaat dari makanan berserat ini, termasuk tingginya kandungan folat dan mangnesium. Kandungan keduanya terkait dengan pengurangan resiko kanker usus. Di Inggris, 38.500 orang didiagnosa mengidap kanker usus setiap tahun yang menyebabkan kematian lebih dari 16 ribu orang per tahun.

Mengejutkannya, para peneliti juga menemukan bahwa memakan kacang , seperti kacang polong, kacang-kacangan, dan kacang tanah dan mengonsumsi banyak buah dan sayur mayur justru tidak mencegah kita dari resiko kanker usus.(yud)

antaranews.com

Senin, 17 Oktober 2011

10 cara mengamati gejala kanker

10 cara mengamati gejala kanker

Kaum perempuan harus waspada terhadap setiap perubahan fisik karena dapat menjadi tanda dari suatu penyakit, khususnya jika mengarah pada gejala kanker. Sedikitnya ada 10 gejala atau perubahan fisik yang bisa mengindikasikan kanker pada perempuan, seperti dikutip dari WebMD, yaitu antara lain:
1. Perubahan payudara
"Jika merasa terdapat benjolan pada payudara, sebaiknya tidak mengabaikan hal tersebut, bahkan jika hasil mammografi normal," kata Carolyn Runowicz, MD, seorang profesor kebidanan dan ginekologi dari Florida International University's Herbert Wertheim College of Medicine dan mantan presiden dari American Cancer Society. Jika puting payudara mengelupas, hal tersebut dapat mengindikasikan penyakit Paget yang berhubungan dengan sekitar 95 persen kasus kanker. Puting payudara yang mengeluarkan darah atau cairan tertentu seperti nanah juga harus segera diperiksakan karena dapat mengarah pada kanker payudara.

2. Perdarahan pascamenopause yang tidak teratur
Pendarahan pascamenopause merupakan tanda peringatan karena dapat mengindikasikan sesuatu seperti polip jinak pada endometrium atau sesuatu yang lebih serius seperti kanker endometrium atau serviks. Perdarahan yang tidak seperti biasanya seperti bercak di luar siklus normal menstruasi juga harus diperhatikan. Saat menopause, perdarahan abnormal sering dikaitkan dengan perubahan hormon, meskipun masalah yang lebih serius dapat menjadi penyebab.

3. Perdarahan rektal
Kanker usus besar adalah urutan ketiga kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Darah merah atau gelap yang menyertai feses, harus mendapatkan perhatian. Jika mengalami berak darah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

4. Keluarnya cairan dari vagina
Cairan kotor dan bau yang keluar dari vagina dapat menjadi tanda dan gejala dari kanker serviks. Cairan tersebut mungkin dapat mengandung darah dan mungkin terjadi antara siklus menstruasi atau setelah menopause. Jika hal tersebut sering terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

5. Perut sering merasa kembung
Kanker ovarium memiliki gejala yang jelas, salah satunya yang paling sering terjadi adalah kembung. Gejala lainnya di antaranya, perubahan pada kebiasaan usus atau kandung kemih, seperti kencing lebih sering. Selain itu juga dapat terjadi gejala yaitu nyeri panggul.

6. Peningkatan atau penurunan berat badan secara drastis
Menurut American Cancer Society, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan drastis hingga 10 kg atau lebih dapat merupakan tanda pertama dari kanker. Tanda tersebut seringkali dikaitkan dengan kanker pankreas, perut, kerongkongan, atau paru-paru. Jika tanda tersebut terjadi sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

7. Batuk terus-menerus
Jika terjadi batuk terus-menerus yang berlangsung hingga lebih dari 2 atau 3 minggu dan bukan karena infeksi pernapasan atas atau alergi, atau jika batuk dengan dahak yang disertai dengan darah, perlu segera periksa ke dokter. Batuk akibat rokok, baik sebagai perokok pasif maupun aktif juga merupakan faktor risiko kanker.

8. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika merasa kelenjar getah bening di leher atau di bawah lengan berubah menjadi keras, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Bengkak pada kelenjar getah bening seringkali merupakan hasil dari infeksi. Namun limfoma, kanker paru-paru, kanker payudara, atau kanker leher yang telah menyebar juga dapat memunculkan gejala bengkaknya kelenjar getah bening.

9. Kelelahan
Tanda kelelahan yang harus diwaspadai sulit untuk diidentifikasi, namun American Cancer Society mendefinisikannya sebagai kelelahan ekstrem yang tidak dapat berkurang atau membaik dengan istirahat. Jika terus-menerus merasa lelah, segera periksakan diri ke dokter. Leukemia, kanker usus besar, atau kanker perut, merupakan jenis kanker yang dapat menyebabkan kehilangan darah. Sehingga dapat menyebabkan kelelahan.

10. Perubahan pada kulit
Setiap perubahan pada kulit perlu diwaspadai jika sifatnya ekstrem dan tampak mengkhawatirkan, contohnya luka di mulut yang tidak segera sembuh.Hal tersebut mungkin merupakan tanda kanker mulut dan harus diperiksa oleh dokter.

Sepuluh tanda dan gejala diatas harus diperhatikan dan sebaiknya diwaspadai, sehingga sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika terjadi gejala-gejala tersebut. Diagnosis dini mempengaruhi keberhasilan penyembuhan suatu penyakit.Dan melakukan pemeriksaan seperti pap smear dan mammografi adalah sangat penting untuk deteksi dini jika ada perkembangan suatu kelainan atau penyakit.

Voa-islam.com

Rabu, 14 September 2011

Anggur, pencegah kanker kulit

Anggur, pencegah kanker kulit

Di balik kesegarannya, buah anggur memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Sebuah penelitian di Spanyol mengungkap bahwa konsumsi anggur secara rutin dapat mencegah penuaan dini, bahkan kanker kulit.

Penelitian yang dilakukan tim dari Dewan Riset Nasional dari Universitas Barcelona itu menemukan senyawa dalam anggur yang mampu melindungi sel-sel kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Senyawa yang dikenal sebagai flavanoid itulah yang berperan mencegah pembentukan sel kanker.

Penelitian dilakukan setelah menganalisis proses terbentuknya sel kanker kulit. Jenis kanker ini umumnya terbentuk akibat pancaran sinar ultraviolet yang dihasilkan matahari. Saat menerpa kulit, sinar ultraviolet akan meningkatkan reaksi molekul berbahaya yang merusak kulit.

Dr Marta Cascante, seorang ahli biokimia di Universitas Barcelona dan direktur proyek penelitian, mengatakan, "Ini hasil yang menggembirakan dan harus dipertimbangkan untuk bahan lanjutan dalam mengembangkan penemuan baru soal perlindungan produk kulit. "

Kosmetik dan obat yang mengandung senyawa anggur sudah tersedia, tapi pengaruhnya terhadap sel-sel belum dipahami dengan baik sampai sekarang.
"Studi ini mendukung ide untuk menggunakan produk berbahan anggur demi melindungi kulit dari kerusakan dan kematian sel yang disebabkan oleh radiasi matahari," kara Dr Cascante yang memublikasikan studinya dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Vivanews.com