Tampilkan postingan dengan label Penyakit Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Jantung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2012

Menopouse dini beresiko penyakit jantung

serangan jantung wanitafoto by : mitrakesehatan.com


Dalam kondisi tertentu, sejumlah wanita akan mengalami menopause sebelum usia 45 tahun atau biasa disebut menopause dini. Sejauh ini para ilmuwan menduga hal ini disebabkan oleh gaya hidup dan kebiasaan makan yang tak sehat. Padahal sebuah studi baru menemukan bahwa wanita yang mengalami menoupause dini memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami serangan jantung atau stroke dibandingkan wanita yang tidak mengalaminya.

"Ada beberapa kriteria wanita tertentu yang berisiko tinggi," ujar Dr. Melissa Wellons, ketua tim peneliti dari University of Alabama di Birmingham.

"Lebih baik cek faktor risiko tradisionalnya terlebih dulu seperti mengecek kadar kolesterol dan tekanan darah yang seringkali dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung," tambahnya seperti dilansir dari reuters, Kamis (28/6/2012).

Studi yang dipublikasikan di jurnal Menopause ini melibatkan 2.509 wanita Amerika, 331 dari etnis China, 641 wanita kulit hitam dan 550 wanita Latin. Hampir 700 orang atau 28 persen diantaranya mengalami menopause dini, baik secara alami maupun menopause pasca histerektomi atau operasi untuk menghilangkan rahim yang dapat menyebabkan menopause dini. Selain itu, di awal studi tak ada partisipan yang dilaporkan mengidap penyakit jantung tertentu. Setelah 5 tahun, peneliti menemukan 23 partisipan (3,3 persen) yang mengalami menopause dini dan 27 partisipan (1,5 persen) yang tidak mengalami menopause dini, menderita serangan jantung atau jantungnya berhenti.

Sama halnya dengan 18 partisipan (2,6 persen) yang mengalami menopause dini dan terjangkit stroke selama studi, padahal partisipan yang tidak mengalami menopause dini dan terjangkit stroke hanya 19 orang (1 persen). Tidak jelas mengapa menopause dini bisa dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular. Hanya saja Wellons menduga estrogen-lah penyebabnya karena tubuh wanita menghasilkan sedikit estrogen setelah mengalami menopause. Namun tidak ada bukti bahwa mengonsumsi hormon untuk mengatasi perubahan tersebut dapat menurunkan risiko wanita terhadap penyakit kardiovaskular.

Sebaliknya, studi yang digelar Women's Health Initiative menyarankan agar terapi penggantia hormon harus dihentikan lebih awal karena wanita yang mengonsumsi hormon setelah menopause justru berisiko lebih tinggi terserang penyakit jantung dan kanker-kanker tertentu.

(detik.com)

Kamis, 19 April 2012

Sifat optimisme cegah penyakit jantung

Sifat optimisme cegah penyakit jantung

Optimisme tak hanya membuat apapun yang Anda lakukan menjadi mudah, namun juga baik bagi jantung Anda.

Peneliti Harvard menemukan bahwa optimisme, kebahagiaan dan emosi positif lainnya bisa melindungi kesehatan jantung serta mengurangi risiko serangan jantung, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Tampaknya faktor kesehatan psikologis ini pun memperlambat kemajuan penyakit kardiovaskular. Penemuan ini merupakan hasil kajian sistematis pertama dan terbesar yang pernah ada. Penelitian ini dilaporkan secara online dalam Psychological Bulletin oleh Julia Boehm dan Laura Kubzansky, profesor di departemen masyarakat di Harvard School of Public Health, Boston, Massachusetts. Sudah banyak studi yang menunjukkan kondisi psikologis yang negatif seperti kemarahan, cemas, kebencian dan depresi buruk bagi kesehatan jantung. Namun peneliti mengaku tak tahu banyak tentang bagaimana emosi positif berkaitan dengan penyakit kardiovaskular sehingga Boehm dan Kubzansky terdorong untuk meneliti lebih jauh. Hasilnya, Boehm menyatakan bahwa absennya emosi negatif tidaklah sama dengan hadirnya emosi positif. Faktor-faktor seperti optimisme, kepuasan hidup dan kebahagiaan dapat dikaitkan dengan berkurangnya risiko penyakit kardiovaskular, bahkan jika tanpa mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, status sosial ekonomi, kebiasaan merokok atau berat badan. "Misalnya risiko individu yang paling optimistis terserang penyakit kardiovaskular bisa berkurang sekitar 50 persen dibandingkan dengan rekan-rekannya yang kurang optimistis," ujarnya seperti dilansir dari Medical News Today, Kamis (19/4/2012).
Kedua peneliti pun menemukan bahwa kondisi psikologis yang positif melindungi tubuh terhadap penyakit kardiovaskular secara konsisten dan independen dan spesifiknya. "Optimisme merupakan emosi terkuat yang mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular," kata Boehm.

Peneliti juga menemukan bahwa orang yang memiliki sense of well-being atau emosi positif dalam pikirannya cenderung lebih rajin berolahraga, menjalankan diet yang seimbang dan memiliki tidur cukup, tekanan darah rendah, profil lemak darah yang sehat dan berat tubuh normal. Sebagai bahan review, Boehm dan Kubzansky memeriksa hasil dari 200 studi yang dipublikasikan dalam dua database ilmiah utama. Selain memeriksa bukti-bukti yang terkait dengan faktor kondisi psikologi positif dan penyakit kardiovaskular, kedua peneliti juga melihat kaitannya dengan merokok, minum alkohol, olahraga, tidur dan diet serta melibatkan tanda-tanda biologis yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular.

(detik.com)

Minggu, 15 Januari 2012

Pentingnya memperhatikan detak jantung sebelum olahraga

Pentingnya memperhatikan detak jantung sebelum olahraga

jantung sehat
foto by tdwclub.com


Ketika olahraga biasanya kebanyakan orang akan lebih mengkhawatirkan mengenai jumlah kalori yang terbakar. Padahal memperhatikan denyut jantung sebelum olahraga jauh cukup penting. Karena dengan memperhatikan denyut jantung sebelum olahraga dapat mengoptimalkan olahraga yang dilakukan. Sebelum mengkhawatirkan mengenai jumlah kalori yang terbakar, sebaiknya perhatikan dulu denyut jantung. Olahraga yang sesuai dengan denyut jantung untuk usia masing-masing orang memungkinkan orang dapat membangun fondasi yang kuat untuk tubuh bugar dan jantung sehat.

"Tujuan olahraga bagi hampir setiap orang adalah untuk mendapatkan tahap di mana tubuh cukup fit untuk latihan dalam zona latihan detak jantung," kata Dr. Adrian Hutber dari American College of Sports Medicine seperti dilansir dari HealthNews,Selasa (10/1/2012).

Zona latihan detak jantung atau tingkat detak jantung, didasarkan pada detak jantung maksimum (MHR), yang kira-kira dinilai sekitar 220 dikurangi usia.

"Denyut jantung merupakan indikator yang sangat baik," kata Dr. Hutber.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) target denyut jantung normal adalah:
Untuk aktivitas fisik dengan intensitas sedang target denyut jantung seseorang harus 50-70 persen dari MHR. Senam kuat harus bertujuan untuk mendapatkan sekitar 70-85 persen. Seorang wanita 62 tahun memiliki tingkat zona target denyut jantung diperkirakan 111-134 denyut per menit. Sedangkan seorang berusia 18 tahun memiliki sekitar 141-172. Tubuh memerlukan setidaknya 150 jam aktivitas fisik tingkat sedang per minggu untuk menjadi sehat.

Denyut jantung adalah cara yang paling tepat dan mudah untuk melacak tingkat intensitas. "Metabolic Equivalent of Task (MET), digunakan untuk mengukur konsumsi energi, VO2, dan mengukur penyerapan oksigen. Tetapi untuk kebanyakan orang lebih mudah untuk menentukan persentase dari detak jantung maksimum," kata Dr. Hutber.

Mengukur Denyut Jantung Sementara menurut DR.med.Suhantoro, SpKO, FACSM (K) dalam wawancara dengan detikHealth sebelumnya mengatakan cara yang aman adalah mengukur denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumusan DNM = 220 - Umur, kemudian dikalikan dengan intensitas membakar lemak 60-70 persen DNM. DR Suhantoro mencontohkan orang yang berusia 40 tahun maka DNM saat ia berolahraga adalah 220 - 40 = 180. Kemudian angka 180 dikalikan dengan 60 persen untuk batas ringan dan 70 persen untuk batas atas yang hasilnya 108-126 per menit.

Dengan mengetahui denyut nadi tersebut, maka orang yang berusia 40 tahun harus berhenti sejenak dari olahraganya ketika denyut nadinya sudah melampaui 126 per menit. Jika masih dipaksakan yang terjadi adalah kram jantung yang membuat serangan jantung. Untuk menghitung denyut jantung bisa dengan cara menghitung nadi di dekat tangan atau yang lebih praktis memakai jam yang ada detak jantungnya.
"Sekali lagi perlu diperhatikan kondisi denyut jantung saat berolahraga jangan sampai melebihi batas maksimal yang bisa membahayakan jantung," ingat Dr Suhantoro. Jika sudah merasa melampaui dosis saat lari di futsal misalnya, berikan saja bola-bola itu ke orang lain yang masih kuat. Satu lagi saat istirahat minumlah air dengan suhu 15-16 derajat atau minuman manis dengan kadar gula 2,5-5 persen.

"Minuman yang terlalu dingin akan sulit diabsorb tubuh karena suhu tubuh setelah olahraga sedang dalam kondisi panas," jelas Dr Suhantoro.


(detik.com)

Minggu, 13 November 2011

Mandi Air Panas Bahayakan Jantung?

Mandi Air Panas Bahayakan Jantung?

Penyakit Jantung
foto from google




Mandi air panas saat cuaca dingin tak baik bagi kesehatan karena dapat memicu masalah pada jantung. Tim peneliti dari Jepang menemukan bukti bahwa tingkat kejadian serangan jantung atau berhentinya detak jantung selama mandi meningkat 10 kali lipat mulai dari musim panas hingga musim dingin, meski angka itu secara keseluruhan masih sangat rendah, yaitu 54 kejadian dari setiap 10 juta orang yang mandi air panas selama satu jam. Selama serangan jantung, detak jantung berhenti, dengan konsekuensi fatal dalam kebanyakan kasus.

Jepang mencatat sekitar 50.000 kasus serangan jantung setiap tahun, dibandingkan dengan 300.000 di AS. Temuan terbaru ini mungkin menjadi sangat penting di Jepang, demikian hasil studi yang dirilis dalam jurnal Resuscitation. "Di Jepang, sebagian besar orang mandi air panas berlama-lama, karena rumah-rumah tradisional di Jepang tidak dilengkapi insulator seperti layaknya di Barat, dan pemanas sentral sangat tidak lazim," kata Chika Nishiyama dari Kyoto Prefectural University of Medicine School of Nursing.

Dalam studinya, tim ilmuwan mengamati data dari sekitar 11.000 kasus serangan jantung yang terjadi di Prefektur Osaka antara 2005 hingga 2007. Sebelum detak jantung berhenti, 22 persen orang sedang tertidur, 9 persen tengah mandi, 3 persen sedang bekerja dan 0,5 persen tengah berolahraga. Untuk sisanya tengah melakukan aktivitas yang tidak spesifik atau kegiatan yang tak diketahui.

Jika melihat tingkat kejadian cardiac arrest setiap jam melakukan kegiatan, mandi menempati posisi teratas dengan 54 kejadian per 10 juta orang, diikuti dengan orang yang berolahraga dengan angka perbandingan 10 per 10 juta orang. Bagi para penyuka mandi air panas, risiko itu muncul terkait dengan suhu di luar, dengan lebih banyak kasus cardiac arrest (serangan jantung) terjadi pada hari-hari yang suhunya lebih rendah. Meski belum jelas bagaimana untuk menjelaskan keterkaitan ini, namun terjun ke dalam hot tub di saat cuaca dingin dapat menyebabkan jatuhnya tekanan darah dengan cepat, yang dapat menekan jantung.
(go4/DNI)

Metrotvnews.com

Selasa, 27 September 2011

Sarang Semut Obat Tumor dan Jantung?

Sarang Semut Obat Tumor dan Jantung?

Sarang SemutInilah sarang semut yang diakui banyak memiliki manfaat. Sarang semut yang berasal dari benalu pohon besi ini diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dari penambah stamina hingga obat penyakit stroke. Photo: remigius septian

Tahukah Anda bahwa Sarang Semut atau Myrmecodia saat ini mulai dikenal luas sebagai obat untuk penyembuhan penyakit kanker dan tumor serta berbagai jenis penyakit lainnya seperti jantung? Obat jenis herbal yang semula banyak digunakan warga Papua, kini meluas pemakaiannya hingga ke Jawa dan pulau lainnya di Indonesia.

Menurut Mohammad Noer atau Nuno (33), warga Salemba, Jakarta Pusat, peredaran tumbuhan sarang semut masih terbatas. "Di Pulau Jawa paling tak kurang dari lima penjual. Saya dan agen lainnya seperti di Yogyakarta," ujar Nuno, yang hampir dua tahun ini menjual Sarang Semut sebagai opsi pengobatan herbal bagi penyakit kanker dan tumor serta jantung. Nuno menjelaskan, Sarang Semut adalah satu dari banyak tumbuhan obat yang banyak tumbuh di daerah Papua. Myrmecodia adalah keluarga tumbuhan semut yang banyak tumbuh di Asia Tenggara.

Tumbuhan sarang semut adalah jenis tumbuhan epifit, tumbuh di cabang dan batang pohon lain yang lebih besar. Akan tetapi, tidak hidup secara parasit yang menghisap makanan dari inangnya, melainkan hanya sebagai tempat menempel, menumpang untuk tumbuh. Ada beragam tumbuhan epifit lainnya seperti lumut kerak, alga, lumut, anggrek dan lainnya. "Yang diminum adalah air rebusan dari Sarang Semut, yang masih berwarna merah. Kalau sudah bening, berarti potongan Sarang Semutnya tidak bisa digunakan lagi," tambah Nuno yang menjual Sarang Semut seharga Rp 60.000 per kantong plastik.

Mengutip penelitian sejumlah pakar kesehatan dan obat-obatan, Nuno mengatakan Sarang Semut memiliki khasiat ampuh untuk mengobati kanker, tumor dan jantung. "Majalah Nirmala, edisi Juli 2006 memuat komentar bahwa masyarakat daerah Wamena suka menggunakan sarang semut untuk menyembuhkan rematik dan asam urat," ujar Nuno, yang membuat situs kajuali.com. untuk mengenalkan produknya.

Adapun, pakar bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), lanjut Nuno, Sarang Semut disebutkan mengandung flavanoid, tannin dan polifenol. Ketiga zat ini adalah bagian dari antioksidan penghalang pertumbuhan sel kanker dan penyakit jantung. Zat-zat ini adalah antioksidan kuat-- beberapa kali lebih kuat dari vitamin C dan E sehingga memberikan efek menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan penyakit kardiovaskuler. Bahkan tanaman ini terbukti juga mengobati diare dan menghentikan pendarahan. Selain itu Sarang Semut bisa menghambat enzim xanthine oxidase yang berkhasiat menurunkan asam urat dan memperbaiki fungsi ginjal.

Kompas.com