Tampilkan postingan dengan label Uncategoriez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategoriez. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2011

Isi otak bisa pengaruhi sikap duduk

Isi otak bisa pengaruhi sikap duduk

Disadari atau tidak, pikiran atau isi otak bisa mempengaruhi sikap dan pembawaan termasuk posisi duduk. Hanya dengan melihat posisi duduknya miring ke kiri atau ke kanan, isi otak khususnya yang berhubungan dengan angka bisa ditebak. Sejak berlajar garis bilangan di sekolah dasar, urutan angka dari yang paling kecil ke yang lebih besar selalu berjalan dari kiri ke kanan. Kecenderungan ini juga terbawa sampai dewasa, bahkan ketika sudah lama tidak bersentuhan dengan pelajaran matematika.

Anita Eerland, seorang psikolog dari Erasmus University Rotterdam membuktikan bahwa ketika seseorang memikirkan angka maka postur tubuhnya bisa terpengaruh. Saat duduk maupun berdiri, kemiringannya bisa memperkirakan angka yang dipikirkannya. "Kemampuan kognitif merupakan integrasi dari beragam sumber informasi yakni memori, bayangan visual dan juga informasi tubuh misalnya postur," tulis Eerland dalam jurnal Psychological Science seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Jumat (11/11/2011).
Hal itu dibuktikan Eerland dengan meminta 33 mahasiswa untuk memperkirakan ukuran suatu benda misalnya tinggi menara Eiffel. Eerland kemudian menampilkan sebuah angka di layar, lalu meminta partisipan menilai apakah angka itu lebih besar atau lebih kecil dari jawaban yang sedang dipikirkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketika memperkirakan angka yang lebih besar dari yang ditampilkan di layar, partisipan cenderung miring ke kanan.

Sebaliknya ketika para partisipan memikirkan angka yang lebih kecil maka posisi duduknya cenderung mirying ke kiri. Eerland menegaskan bahwa penelitian ini tidak membuktikan bahwa sikap atau postur tubuh menentukan pikiran, namun ada hubungan bahwa pikiran bisa mempengaruhi postur. Artinya seseorang tidak akan mengubah pikirannya hanya karena postur atau sikapnya berubah.

Detik.com

Sabtu, 17 September 2011

Ternyata, Menjemur Pakaian Tingkatkan Risiko Kanker

Ternyata, Menjemur Pakaian Tingkatkan Risiko Kanker

Adalah hal rutin bila pakaian yang sudah kotor dicuci, dijemur, kemudian disetrika.
Tapi tahukah Anda, sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan menjemur pakaian di bawah sinar matahari dapat membahayakan kesehatan? Satu di antara bahaya itu yakni kanker.

Para ilmuwan yang melibatkan ahli lingkungan hidup mencermati polusi di Seattle. Mereka menyelidiki penguapan di daerah dimana pakaian dijemur di area terbuka. Mereka pun mencari tahu bahan yang menguap dari pakaian. Hasilnya, penguapan pakaian ternyata mengandung sejumlah bahan kimia. Di antara bahan kimia yang menguap, ditemukan 25 senyawa organik yang mudah menguap, termasuk di antaranya adalah 7 polutan udara yang berbahaya. Dua dari tujuh bahan tersebut adalah asetaldehida dan benzene yang telah ditetapkan Amerika Serikat sebagai karsinogen (penyebab kanker).

Selain penelitian tersebut, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa mereka yang tinggal pada daerah di mana pakaian yang telah dicuci dengan detergen dan pelembut pakaian lalu dikeringkan dengan cara dijemur (pada bagian dalam rumah), lebih mudah mengalami sakit kepala. Cara terbaik untuk menghindari masalah kesehatan tersebut adalah dengan menjemur pakaian pada area terbuka atau lebih baik lagi dengan mesin pengering pakaian.

Mediaindonesia.com

Jumat, 16 September 2011

Efek Asap Obat Nyamuk Bakar Setara dengan 100 Batang Rokok

Efek Asap Obat Nyamuk Bakar Setara dengan 100 Batang Rokok

Obat pengusir nyamuk yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah obat nyamuk bakar. Namun studi terbaru menemukan bahwa asap dari sekeping obat nyamuk bakar sama bahayanya dengan 100 batang rokok.
"Tidak banyak orang tahu tentang hal itu, tetapi kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh satu kumparan obat nyamuk bakar setara dengan kerusakan yang disebabkan oleh 100 batang rokok. Ini menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan di Malyasia," kata Sandeep Salvi, direktur Chest Research Foundation, seperti dilansir Timesofindia, Sabtu (17/9/2011).

Sandeep menyampaikan hal tersebut saat konferensi 'Air Pollution and Our Health' yang diselenggarakan oleh Centre for Science and Environment (CSE) bersama dengan Indian Council for Medical Research dan Indian Medical Association. Di dalam satu batang rokok terkandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik). Asap rokok yang dihirup mengandung zat-zat berbahaya misalnya tar, karbon monoksida, hidrogen sianida, logam berat dan radikal bebas.Masing-masing zat tersebut merusak tubuh dengan cara yang berbeda.

Bahan-bahan kimia lain yang terdapat dalam asap rokok yang dapat merusak paru antara lain hidrokarbon, nitrit oksida, asam organik, fenol dan bahan-bahan oksidasi. Radikal bebas merupakan bahan kimia sangat reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan otot jantung dan pembuluh darah.

Bau asap rokok yang susah hilang juga dikarenakan asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu. Sayangnya, masyarakat menengah ke bawah di Indonesia dan beberapa negara lainnya paling banyak menggunakan anti nyamuk bakar karena harganya yang terjangkau.
"Masyarakat menengah ke bawah paling banyak pakai anti nyamuk bakar karena harganya terjangkau. Tapi harus juga diperhatikan cara menggunakannya, jangan sampai malah mengganggu pernapasan," jelas Dr Rita Kusriastuti, MSc, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Dit P2B2), Ditjen PP dan PL Kemenkes, seperti pernah ditulis detikHealth.

Dr Rita memberikan cara aman untuk menggunakan obat nyamuk bakar, antara
lain:
Ruangan harus ada ventilasi sehingga sirkulasi udara cukup
Diletakkan di bawah tempat tidur karena targetnya adalah nyamuk bukan manusia penggunanya
Diletakkan searah dengan aliran udara sehingga tidak mengganggu pernapasan
Letakkan obat nyamuk bakar dengan jarak paling dekat 1,5 meter dari manusia.
Bila memiliki gangguan asma, maka sebaiknya gunakan obat nyamuk bakar pada sore hari sebelum masuk kamar. Dan keluarkan ketika Anda akan tidur sehingga tidak mengganggu pernapasan.

Detik.com

Jumat, 09 September 2011

Kenali 7 Penyebab Lidah Bengkak

Kenali 7 Penyebab Lidah Bengkak

Masalah pembengkakan pada lidah memang
terasa mengganggu, bahkan bisa sangat menyakitkan apabila terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Dr. Anna Feldweg dari Harvard Medical School, mengatakan, lidah bengkak umumnya terjadi karena masalah medis (pengobatan) atau reaksi negatif terhadap obat atau alergi. Menurutnya, lidah bengkak merupakan suatu kondisi serius sehingga dibutuhkan segera upaya perawatan medis dengan pemberian epinefrin. Berikut ini adalah penyebab paling umum yang dapat memicu pembengkakan pada lidah.

* Obat: Sebagian besar kasus lidah
bengkak terjadi akibat reaksi dari beberapa obat-obatan tertentu seperti ACE Inhibitor-yang digunakan dalam mengobati hipertensi atau NSAID (non-steroid anti-inflammatory drugs) seperti aspirin, dan ibuprofen.

* Alergi makanan: Selain dari reaksi alergi terhadap obat, lidah bengkak juga bisa disebabkan karena reaksi alergi terhadap makanan tertentu lainnya seperti kacang-kacangan atau sengatan lebah.

* Infeksi Streptococcus: Dalam
beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, bakteri streptococcus ternyata dapat menyebabkan lidah bengkak. Untuk pengobatannya cukup diberikan antibiotik.

* Akromegali: Lidah bengkak juga
bisa disebabkan karena akromegali. Akromegali adalah gangguan hormonal yang langka, yang menyebabkan produksi berlebih hormon pertumbuhan di kelenjar hipofisis.Jika penyakit tidak didiagnosis dan diobati pada tahap awal, dapat merusak organ-organ vital seperti ginjal, hati, limpa dan pankreas.

* Amiloidosis: Amiloidosis adalah
gangguan metabolisme di mana terjadi penumpukan protein amiloid dalam organ dan jaringan, sehingga menyebabkan kerusakan atau penyakit. Dalam kasus ekstrim, amiloidosis bisa berakibat fatal.

* Angioedema: Angioedema adalah
pembengkakan yang cepat dari jaringan mukosa dan sub mukosa. Hal ini biasanya muncul akibat reaksi alergi terhadap obat,
terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi. Jika pembengkakan tersebut tidak segera ditangani bisa berisiko sesak napas.

* Down Syndrome: Orang dengan
Down Syndrome biasanya akan mengalami pembengkakan lidah. Down syndrome adalah kelainan genetik dari kromosom 21. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan yang mengakibatkan cacat mental dan
fisik.

Selasa, 23 Agustus 2011

Penyebab-penyebab mengantuk

Penyebab-penyebab mengantuk

Pada umumnya, rasa kantuk merupakan sinyal dari otak yang menandakan bahwa tubuh perlu diistirahatkan. Namun tak selalu demikian, kadang-kadang rasa kantuk bisa dipicu oleh hal-hal tidak diduga seperti efek samping obat atau gegar otak. Beberapa penyebab rasa kantuk yang berlebihan antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari The Sun, Rabu (24/8/2011).

1. Kurang tidur
Masalah utama yang menyebabkan orang selalu mengantuk adalah kurang tidur, baik karena sedang banyak pekerjaan atau karena alasan lain. Stres juga bisa menyebabkan orang susah tidur di malam hari lalu mengantuk di siang harinya, demikian juga berbagai gangguan kesehatan seperti sering pipis, refluks asam lambung serta nyeri dada.

2. Kebiasaan tidur sembarangan
Manusia memiliki siklus yang mengatur kapan harus mengantuk dan kapan harus terjaga. Siklus ini bisa terganggu oleh kebiasaan tidur sembarangan atau tidak direncanakan, baik waktunya, tempatnya maupun suasananya. Contohnya tertidur saat menonton televisi atau saat berbaring santai di sofa.

3. Ngorok
Jika kebutuhan untuk tidur selama 7-8 jam dalam sehari sudah terpenuhi namun tetap merasa mengantuk, maka kemungkinan besar tidurnya tidak berkualitas. Kualitas tidur bisa berkurang akibat ngorok, sebab saluran napasnya tersumbat dan selama tidur tubuh tidak mendapat sulai oksigen yang cukup.

4. Efek samping obat
Beberapa jenis obat seperti antialergi dan antidepresan memiliki efek samping mengatuk, sehingga tidak dianjurkan untuk diminum saat mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. Namun jika rasa kantuknya sampai mengganggu aktivitas lainnya, konsultasikan ke dokter untuk diganti dengan obat lain.

5. Kerja shift malam
Sepulang dari kerja shift malam, biasanya orang tidur pada siang harinya. Meski jika ditotal jumlah waktu tidurnya mencukupi, kadang- kadang orang tersebut mASih mengantuk. Hal ini disebabkan oleh terganggunya jam biologis, terutama jika terlalu sering berganti shift antara siang dan malam.

6. Narcolepsy
Penyakit yang tergolong langka ini menyebabkan penderitanya tiba-tiba merasa letih, kadang disertai kelumpuhan otot secara mendadak. Penderitanya juga bisa tiba-tiba pingsan saat berjalan atau saat mengalami lonjakan emosi yang meluap-luap, misalnya saat tertawa atau menangis. Meski cukup ekstrem, narcolepsy bisa disembuhkan dengan obat-obatan.

7. Gegar otak
Jika dalam 2x24 jam merasakan kantuk berlebihan disertai benjolan di kepala, sebaiknya periksakan diri ke rumah sakit terutama jika sebelumnya pernah mengalami benturan di kepala. Komplikasi gegar otak kadang-kadang tidak hanya ditandai dengan rasa mual, tetapi bisa juga memicu rasa kantuk.


Sumber: DetikHealth